Pernah nggak kamu kepikiran untuk liburan ke pabrik gula yang dibangun pada zaman Belanda yang usianya sudah lebih dari 100 tahun? Barangkali ide seperti ini nggak pernah muncul dalam benak kamu. Kebanyakan orang berpikir kalau pabrik gula itu sudah jadul, bangunannya tua dan horor, serta tidak cocok untuk berfoto-foto. Tapi simpan dulu asumsi kamu ini sebelum kamu mengunjungi De Tjolomadoe, pabrik gula di Karanganyar yang tak jauh dari solo ini  berdiri pada tahun 1861, kini sudah tampil cantik dan jadi destinasi kekinian di Jawa Tengah.
Ada banyak ruangan yang disediakan oleh De Tjolomadoe. Stasiun Gilingan berfungsi sebagai Museum Pabrik Gula, Stasiun Ketelan sebagai area F&B, Stasiun Penguapan sebagai area Arcade, Stasiun Karbonatasi sebagai area Art & Craft, Besali Café sebagai F&B, Tjolomadoe Hall atau concert hall, dan Sarkara Hall sebagai multi-function hall. Kalau mau nongkrong cantik bisa lho mampir ke Besali Cafe kamu bisa pesan makan dan minum di sana., De Tjolomadu buka pukuk 10.00-22.00.

Nah kalau yang satu ini merupakan objek wisata ala Eropa disolo, The Heritage Palace merupakan destinasi wisata terbaru yang lagi hits saat ini bangunan ini berdiri sejak tahun 1892. Sama seperti De Tjolomadoe yang dulunya adalah pabrik gula, The Heritage Palace juga dulunya adalah pabrik gula Gembongan. The Heritage Palace mampu menarik banyak pengunjung, karena suasananya yang kental dengan nuansa Eropa klasik tempo doeloe. Bangunan yang sangat menarik perhatian adalah bangunan gaya romawi yang mewah nan megah, ada juga berbagai macam mobil antik terpajang rapi di halamannya, dan Museum 3D Trick Art yang ramai dikunjungi karna menampilkan banyak karya lukisan yang keren.
The Heritage Palace buka setiap hari, dengan jam operasional sebagai berikut :
Senin-Kamis buka pukul 10.00 – 18.00 WIB.
Jumat-Minggu buka pukul 09.00 – 21.00 WIB.

Ini merupakan Ikon destinasi wisata yang harus kamu kunjungi disolo, Keraton Kasunanan Surakarta. Keraton Kasunanan, didirikan oleh Susuhan Pakubuwono II (Sunan PB II) pada tahun 1744 sebagai pengganti Keraton Kartasura yang rusak akibat Geger Pecinan pada tahun 1743.
Salah satu bangunan bertingkat yang menarik di Keraton Kasunanan yaitu Menara Sanggabuwana, konon menjadi tempat bertemunya Ratu Laut Selatan dengan Raja. Menara ini didirikan oleh Sri Susuhan Pakubuwono III pada tahun 1782. Menara setinggi 30 meter ini berfungsi sebagai menara dan tempat memata-matai Belanda pada masa penjajahan.
Ketika  berkunjung ke Keraton Kasunanan ada beberapa tempat yang tidak boleh dimasuki yaitu kediaman Raja Pakubuwono. Area di Keraton Kasunanan yang boleh dikunjungi publik salah satunya adalah pendopo besar di dalam Sasana Sewaka, dimana pertunjukan tari dan gamelan disuguhkan di tempat itu. Ketika masuk Sasana Sewaka pengunjung harus melepaskan alas kaki dan berjalan dengan kaki telanjang di hamparan pasir yang diambil langsung dari Pantai Parangkusumo dan Gunung Merapi. Dan juga ada museum di dalam kawasan Keraton Kasunanan, menyimpan berbagai koleksi kerajaan seperti kereta kencana, tandu, patung, senjata kuno dan beberapa koleksi lainnya.
Informasi mengenai jadwal dan harga tiket museum.
Jam operasional:
Senin – Kamis: 09.00 – 14.00 WIB
Sabtu – Minggu: 09.00 – 15.00 WIB
Jumat: tutup

Pasar Triwindu di Kota Solo, Jawa Tengah dikenal sebagai pusatnya penjualan barang-barang antik dan kuno. Pasar Triwindu merupakan peninggalan Raja Pura Mangkunegaran. Awalnya, bernama Pasar Windujenar. Seiring perkembangan Pasar Windujenar berubah nama menjadi Pasar Triwindu.
Berbagai barang-barang antik dan kuno dijual di sini. Ada uang koin dan kertas kuno dikeluarkan tahun 1800an, topeng, piring kuno dibuat tahun 1960, keris, batik, dan perkakas rumah tangga. Kemudian ada radio kuno, jam tangan bekas, patung, lampu hias kuno, hingga mainan tradisional tempo dulu, seperti dakon dan lainnya dijual di pasar ini.
Barang-barang antik dan kuno yang dijual di pasar berlokasi di Jalan Diponegoro Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo harganya bervariasi. Mulai harga termurah dari ribuan, ratusan ribu hingga puluhan juga rupiah.
Pasar Triwindu buka dari pukul 09.00 – 17.00 WIB. Pasar Triwindu sampai sekarang masih menjadi primadona dan pilihan bagi para kolektor yang ingin mencari barang-barang antik dan kuno.

Laweyan menjadi salah satu pusat batik yang tertua dan terkenal di Kota Solo, Kampung batik Laweyan sudah menjadi ikon batik Solo sejak abad ke-19 ketika asosiasi pedagang pertama kalinya dibentuk yaitu Sarikat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi pada tahun 1912. Hingga sekarang 250 motif batik khas Kampung Batik Laweyan sudah dipatenkan.
Selain memiliki sejarah sebagai kota batik tertua, gaya arsitektur kampung batik juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dinding tinggi dan gang-gang sempit menjadi karakter khas kampung batik ini. Bangunan rumah pedagang batik Laweyan banyak dipengaruhi oleh arsitektur Jawa, Eropa, Cina dan Islam. Bangunan mewah ini menjadi ciri kejayaan saudagar batik asli pribumi Laweyan pada masa itu dan dikenal dengan sebutan “Gal Gendhu”.
Tak hanya berjualan batik, Kampung Batik Laweyan juga menawarkan paket wisata workshop membuat batik. Bagi yang tertarikbisa mengikut kursus membatik dalam waktu singkat sekitar 2 jam dan bisa membawa pulang hasil karya sendiri. Selain itu juga ada pelatihan membatik secara intensif bagi yang ingin mendalami teknik pembuatan batik tulis dan cap.
Berwisata ke Kampung Batik Laweyan rasanya juga kurang lengkap jika Anda belum menikmati kuliner khas Kampung Laweyan seperti kue ledre, apem dan makanan khas Solo lainnya. Atau Anda bisa menikmati obrolan santai di wedangan di area Kampung Batik Laweyan, tepatnya di Wedangan Rumah Nenek, dengan konsep bangunan joglo berarsitektur Jawa-Belanda. Buka setiap hari pada jam 10 pagi hingga jam 12 malam.

Print Friendly, PDF & Email