Seluruh umat islam selalu melakukan persiapan ketika hendak menyambut buln suci Ramadan. Persiapan tersebut terlalu identic dengan proses penyucian diri, jiwa, serta kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan amalan ibadah. Hampir disetiap pelosok kampung yang berada di Jawa menjelang bulan Puasa memiliki tradisi yang sudah ada sejak dahulu. Diantaranya Padusan dan Nyadrah atau nyekar atau resik-resik kuburan leluhur. Entah sejak kapan tradisi tersebut dimulai, tapi yang pasti tradisi tersebut memiliki dimensi social yang tinggi.

Padusan berasala dari kata dasar adus yang berarti mandi. Dalam pengertian budaya, padusan merupakan tradisi masyarakat untuk membersihkan diri atau mandi besar sebagai simbol mensucikan diri kotoran dengan maksud mensucikan raga dan jiwa dalam rangka menyambut datangnya hari ataupun bulan istiewa, seperti bulan Ramdhan, Hari Idul Fitri, dan Hari Idhul Adha. Tradisi padusan diyakini telah diwariskan secara trun menurun dari para leluhur. Namun memang tidak ada aturan baku tentang bagaimana harus melakukan proses padusan. Tradisi Padusan ini bisanya dilakukan di pemandian umum atau di sumber air alami sehingga tempat tersebut biasanya dijejali pengunjung sehari sebelum puasa.

Print Friendly, PDF & Email